Penelitian Tindakan Kelas {PTK} Seminar Nasional di Surakarta, Solo, 2019
KUIS BERBASIS GOOGLE FORM DENGAN PENDEKATAN STEAM DI
SD ISLAM BUNGA BANGSA SAMARINDA 2019
Haryanto, S.Pd.
SD ISLAM BUNGA
BANGSA SAMARINDA
KALIMANTAN TIMUR
Abstrak
Meningkatnya penjualan telepon
pintar di Indonesia tahun 2018 mencapai 9.5 juta unit, sumber dari Canalys Estimates, Smartphone Analysis
Februari 2019. Perkembangan teknologi sudah memperlihatkan dampak yang
signifikan, baik dampak positif maupun dampak negatif. Dampak teknologi tentu
berpengaruh di berbagai bidang kehidupan terutama bidang pendidikan. Salah satu
perkembangan teknologi yang sangat pesat dan digunakan sebagai media
pembelajaran adalah telepon pintar. Namun dalam pengalaman empiris, kebanyakan
guru di kelas memanfaatkan telepon
pintar sebagai media pembelajaran masih sangat kurang. Hal tersebut disebabkan kurangnya
pemahaman guru tentang perkembangan telepon pintar saat ini sebagai pengganti
komputer. Guru masih memanfaatkan telepon pintar hanya sebatas telepon, sms, media sosial seperti facebook, twitter, instagram, dan whatsapp. Makalah ini memanfaatkan telepon pintar
sebagai media pembelajaran kuis berbasis google
form dengan pendekatan STEAM di SD
Islam Bunga Bangsa Samarinda. Hasil data makalah ini diambil pada awal bulan
Agustus- pertengahan September 2019. Data diambil dari 20 peserta didik siswa
kelas 4 Al Battani SD Islam Bunga Bangsa Samarinda. Data berupa tanggapan kuis
berbasis google form yang dikirimkan ke grup kelas melalui whatsaap setiap hari efektif sekolah. Hasil data penunjukkan minat belajar
dari 20 peserta didik hanya 60% diawal Bulan Agustus. Dipertengaahan bulan
September menjadi 90% naik 35%. Hasil data minat mengerjakan kuis berbasis google form berdasarkan deskripsi pengamatan orang tua mencapai 95%. Dengan
melibatkan teknologi dalam media pembelajaran peserta didik SD Islam Bunga
Bangsa Samarinda mendapatkan pengalaman belajar yang praktis, menyenangkan dan edukatif.
Kata
kunci: Kuis; Google form; STEAM; SD Islam Bunga Bangsa
Pendahuluan
Perkembangan teknologi telepon pintar semakin
pesat. Hal ini memberikan berbagai kemudahan bagi masyarakat di semua bidang,
salah satunya adalah pemanfaatkan telepon pintar dibidang pendidikan. Kehadiran
telepon pintar memberikan teknologi alternatif bagi keterbatasan sumber belajar
untuk guru dan peserta didik. Berbagai buku, media pembelajaran, alat peraga,
bagi guru dan peserta didik dapat diunduh dengan mudah dijadikan sumber
belajar. Dengan kemudahan mengakses dunia pendidikan melalui telepon pintar, guru
dan peserta didik dapat menjelajahi dunia pengetahuan dengan leluasa. Sehingga
akan muncul perkembangan baru dalam dunia pendidikan dalam proses pembelajaran
tidak hanya berada di ruang kelas pada jam pelajaran saja, tetapi dapat
berlangsung kapan pun dan dimana pun. Salah satu aplikasi telepon pintar yang
dapat dimanfaatkan oleh guru dan peserta didik adalah google form. Google
form
atau google formulir salah satu aplikasi dari google yang bersifat umum. Google
form dapat dijadikan setelan kuis sebagai media pembelajaran guru dan
peserta didik yang praktis, menyenangkan, dan edukatif. Praktis karena tanpa
menggunakan kertas yang banyak dan kemudian dibuang setelah digunakan sebagai
media dan alat pembelajaran. Menyenangkan karena dapat menggunakan gambar-gambar
yang menarik dan musik sebagai media dan
alat peraga dalam proses pembelajaran. Edukatif karena google form dapat dijadikan setelan kuis dengan materi-materi
sesuai dengan kompetensi inti, kompetensi dasar, dan indikator pembelajaran.
Namun dalam pelaksanaan proses
pembelajaran kebanyakan guru di kelas
memanfaatkan telepon pintar sebagai media pembelajaran masih sangat kurang. Hal
tersebut disebabkan kurangnya pemahaman guru tentang perkembangan telepon
pintar saat ini sebagai pengganti komputer. Guru masih memanfaatkan telepon
pintar hanya sebatas telepon, sms,
media sosial seperti facebook, twitter,
instagram, dan whatsapp. Atau guru tidak mau direpotkan dengan
aplikasi telepon pintar yang berkaitan dengan pembelajaran.
Penjelasan umum UU Nomor 11 Tahun 2019
tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengamatkan bahwa, “Setiap orang berhak
mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya. Berhak mendapat
pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni,
dan budaya demi meningkatkan kualitas hidupnya. Dan demi kesejahteraan umat
manusia”. Untuk menjamin setiap orang berhak memperoleh manfaat ilmu
pengetahuan dan teknologi dengan dilakukan dengan menjunjung tinggi nilai agama
dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.
Oleh sebab itu ilmu pengetahuan dan teknologi bertujuan meningkatkan kehidupan
kesejahteraan dan martabat bangsa.
Setelan kuis berbasis Google form adalah aplikasi sederhana, mudah, dan lengkap yang diluncurkan
google. Oleh sebab itu penulis memanfaatkan
google form sebagai kuis dalam
Pendekatan STEAM yang merupakan akronim Science,
Teknology, Engineering, Arts, and Mathematic di SD Islam Bunga Bangsa
Samarinda. Dengan pendekatan STEAM diharapkan sekolah memanfaatkan metode
pembelajaran menggunakan teknologi digital telepon pintar di sekolah. Dan juga
memberikan dampak positif bagi perkembangan teknologi telepon pintar terhadap
metode pembelajaran di SD Islam Bunga Bangsa Samarinda yang mudah, praktis,
menyenangkan, dan edukatif.
Kajian Pustaka
UU nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen. Permendikbud
nomor 16 Tahun 2017 tentang standar kualifikasi guru dan kompetensi guru.
Kompetensi guru meliputi aspek pedagogik, kepribadian, sosial, dan kompetensi
profesional. Hal ini terintegrasi dalam kompetensi guru memahami kompetensi dan
karakter siswa di era digital dan Information
Communication and Technology (ICT) skills. Era abad 21 ditandai dengan
hadirnya produk kecerdasan digital yaitu telepon pintar. Dimana era digital
berubah cara siswa berpikir, belajar, dan perilaku.
Dunia pendidikan berbenah untuk menjemput era ICT dengan cepat. Guru juga harus menciptakan
pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Guru perlu
memanfaatkan TIK dalam mengembangkan diri menjadi guru profesional. Abad 21
guru didukung oleh kebijakan pemerintah dalam mengintegrasikan TIK ke dalam
pendidikan. Paradigma belajar selalu di kelas bergeser menjadi kelas yang tiada
terbatas. Belajar dapat dilaksanakan dimana saja dan kapan saja. Sehingga peran
guru dalam pembelajaran sebagai fasilitator, kolaborator, mentor, pelatih,
pengarah, dan teman belajar.
Menurut qmee.com
Indonesia mempunyai populasi pengguna internet sebanyak 265,4 milyar. Dan
pengguna aktif sosial media melalui telepon pintar sebanyak 177,9 milyar. Hal
tersebut menunjukan guru bisa memanfaatkan mendesain pembelajaran inovatif
melalui telepon pintar. Salah satu metode kuis berbasis google form pendekatan STEAM kelas 4 di SD Islam Bunga Bangsa
Samarinda. Aplikasi google form digunakan penulis sebagai media pembelajaran dengan
pendekatan STEAM karena mudah, sederhana, menyenangkan, dan edukatif. Mudah karena
menggunakan aplikasi google form
syarat dan ketentuannya hanya memiliki email
google sebagai admin. Admin yang dimaksud adalah penulis sebagai guru kelas
4 SD Islam Bunga Bangsa Samarinda. Sederhana karena fitur dilayar ditampilkan sesuai kebutuhan untuk membuat kuis di
telepon pintar. Sederhana untuk peserta didik yang menggunakan aplikasi google form. Menyenangkan dan edukatif
karena dengan aplikasi google form peserta
didik tidak hanya belajar tetapi dapat menggunakan langsung teknologi canggih
yaitu telepon pintar dalam proses pembelajaran dengan pendekatan STEAM.
Metode
Makalah seminar nasional ini
mengambil tema kuis berbasis google form
dengan pendekatan STEAM di SD Islam Bunga Bangsa Samarinda. Berikut
langkah-langkah membuat kuis di aplikasi google
form.
1. Membuat email di google.
2. Unduh FormsApp for Google Forms di Play Store Gambar 1. Lihat FormApp di desktop telepon pintar gambar 2. Klik google form
Gambar 1 Gambar 2
3. Layar
muncul tampilan Gambar 3. Klik formapp
for google form. Muncul tampilan layar Gambar 4. Klik
Create Blank Form.
Gambar 3 Gambar 4
4. Layar muncul gambar 5. Pertama silakan ditulis “Kuis 1 Tema 1” dan
tanggalnya. Kedua silakan klik tanda + warna biru dibawah kanan Gambar 6.
Gambar 5 Gambar 6
5. Layar muncul Gambar 7. Klik short
answer. Layar muncul Gambar 8. Silakan tulis ”nama siswa” kemudian klik required. Klik Submit.
Gambar 7 Gambar 8
6. Layar muncul Gambar 9. Klik collect
email address dan limit 1 to respon
kemudian submit. Layar muncul Gambar
10. Klik titik 3 yang diberi tanda panah warna merah.
Gambar
9 Gambar 10
7. Muncul layar Gambar 11. Setelan umum klik kumpulkan 1 email. Tanda
terima respon di non aktifkan. Klik batasi ke 1 tanggapan. Klik setelan
presentasi Gambar 12. Klik aktifkan bilah kemajuan dan pesan konfirmasi tulis terima
kasih.
Gambar
11 Gambar 12
8. Klik setelan kuis Gambar 13. Klik jadikan setelan kuis. Klik
segera setelah setiap pengiriman. Klik nilai poin. Klik simpan. Layar muncul Gambar
14. Klik lingkaran tanda + untuk membuat soal.
Gambar 13 Gambar 14
9. Layar muncul Gambar 15. Tulis soal “3 x 4 = …”. Klik bentuk soal
“pilihan ganda”. Kemudian tulis pilihan jawaban 10, 11, dan 12 Gambar 16. Klik
wajib isi.
Gambar 15 Gambar 16
10. Klik skor soal Gambar 17. Tulis skornya “1” tanda panah merah
Gambar 18. Klik jawaban yang benar “12”. Selanjutnya buat soal kedua dan
seterusnya dengan klik tanda + yang diberi tanda panah biru.
Gambar
17 Gambar
18
11. Buatlah 10 soal pilihan ganda. Jika sudah selesai klik tanda
seperti segitiga dalam lingkaran warna merah Gambar 19. Layar muncul Gambar 20.
Tulis email anda sebagai admin. Kemudian klik kirim tanda panah merah.
Gambar
19 Gambar 20
12. Untuk melihat soal yang kita buat, klik google drive Gambar 21. Layar muncur Gambar 22. Klik soal yang kita
buat tadi tanda panah warna merah.
Gambar
21 Gambar
22
13. Kuis berbasis google form bisa dikirimkan ke grup siswa. Klik 3
titik diberi tanda panah warna merah Gambar 23. Bagikan ke grup whatsaap Gambar
24.
Gambar
23 Gambar 24
14. Layar muncul Gambar 25. Klik ikon whatsaap. Muncul layar Gambar 26. Klik grup kelas Al Battani. Kuis
berbasis google form terkirim di grup
Al Battani lingkaran warna merah Gambar 27.
Gambar
25 Gambar
26 Gambar 27
15. Untuk melihat hasil yang dikerjakan peserta didik. klik google
drive. Selanjutnya klik soal yang peserta didik kerjakan. Muncul layar Gambar
28. Klik tanggapan tanda panah warna merah. Ada 12 tanggapan Gambar 29. Untuk
melihat siapa saja yang sudah mengerjakan dan skor poinnya geser kebawah Gambar
30. Selesai!
Gambar 28 Gambar 29
Gambar 30
Kuis berbasis google form dengan pendekatan STEAM di
SD Islam Bunga Bangsa Samarinda dilaksanakan setiap 5 hari efektif sekolah bulan
Agustus dan September 2019. Kuis berbasis google
form dikirimkan melalui aplikasi grup whatsaap
kelas 4 Al Battani. Siswa mengerjakan kuis didampingi orangtua dan saudara
peserta didik di rumah. Soal kuis berjumlah 1-10 soal materi yang dipelajari di
sekolah tadi pagi. Soal dibuat sederhana bertujuan untuk mengingatkan kembali
materi yag telah diperoleh dalam bentuk setelan kuis berbasis google form. Peserta didik dapat
menjawab kuis dengan benar semua mendapat 3 poin, sedangkan peserta didik dapat
menjawab 9 soal atau salah semua mendapat 1 poin. Tiga peserta didik yang dapat
mengumpulkan poin terbanyak akan mendapat voucher belanja di koperasi sekolah
setiap bulannya.
Hasil dan
Pembahasan
Hasil data diambil dari skor kuis
berbasis google form yang siswa
kerjakan setiap hari efektif setelah pulang sekolah. Materi kuis adalah
pelajaran yang dipelajari pagi sampai sore di sekolah. Peserta didik
mengerjakan kuis didampingi oleh orangtua atau saudara di rumah. Berikut tabel
skor poin kuis berbasis google form
dengan pendekatan STEAM Kelas 4 di SD Islam Bunga Bangsa Samarinda.
Tabel 1. Data kuis berbasis google form
dengan pendekatan STEAM Kelas 4 di SD Islam Bunga Bangsa Samarinda.
Pembahasan
pertama, bagaimana menumbuhkan minat belajar peserta didik. Data tersebut
diperoleh dari kuis berbasis google form
yang dikirimkan penulis sebagai guru melalui grup whatsaap kelas 4 Al Battani setiap hari. Data diambil dari kuis
bulan Agustus sampai 10 September 2019. Hasil data pada Tabel 1 menunjukkan
dari awal kuis berbasis google form dengan pendekatan STEAM ini penulis mainkan melalui aplikasi whatsaap hanya 12 peserta didik yang ikut partisipasi dari 20
peserta didik atau hanya 60% partisipasi peserta didik. Pada kuis ke 24 dan ke
26 ada 19 atau 95% partisipasi peserta didik. Hasil data menunjukkan naik 35%.
Pembahasan kedua, bagaimana minat siswa
mengerjakan kuis berbasis google form
dengan pendekatan STEAM di SD Islam Bunga Bangsa Samarinda. Data tersebut
diperoleh dari kuisioner yang dikirimkan penulis kepada orang tua peserta didik
melalui google form. Data dalam
bentuk deskripsi pengamatan orang tua terhadap peserta didik di rumah. Hasil
data pada Tabel 2 dibawah menunjukkan data kuisioner terhadap 20 orang tua
peserta didik. Menunjukkan 19 orang tua atau 95% menyatakan antusias dan
semangat. 1 orang tua atau 0,5% menyatakan malas dan capek. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel
2 dibawah.
Keterangan : nomor 13
menunjukkan sikap tidak semangat dan antusias.
Tabel 2. Minat siswa mengerjakan kuis di
rumah menurut pengamatan orang tua.
Simpulan
untuk menumbuhkan minat
belajar peserta didik milenial abad 21 era 4.0 guru harus mempunyai cara yang
efektif, menyenangkan, dan edukatif. Dengan kuis berbasis google form dengan pendekatan STEAM
kelas 4 di SD Islam Bunga Bangsa Samarinda berhasil.
Daftar Pustaka
Agus Dwianto, M.Pd.http://www.sangpengajar.com/2015/06/peran-smartphone-dalam-pembelajaran.html Sang
Pengajar.com
Ahmad BayuAji.
Kompasiana Peningkatan Kualitas Guru Guna Pembelajaran Abad 21.https://www.kompasiana.com/rchmtbayuaji/5bdeff5cab12ae50847065b3/guru-seharusnya-dalam-pembelajaran-abad-21?page=all
6 November 2018
Iriany Hasan Kompasiana Guru
Inovatif, Guru Era Digital https://www.kompasiana.com/iriany/5c7f5eb86ddcae61402002f2/guru-inovatif-guru-era-digital?page=all 6 Maret 2019
Arini Fazrin https://selular.id/2019/08/5-vendor-terbaik-di-indonesia/SELULER.ID
13 August 2019
















Komentar
Posting Komentar