Anugerah Konstitusi Tingkat Nasional Jenjang SD di Jakarta, 2019
Halaman Judul
PERANG BINTANG TEKNIK UNTUK MENINGKATKAN
KARAKTER INTEGRITAS SISWA KELAS 3 SD ISLAM BUNGA BANGSA SAMARINDA
SELEKSI
NASKAH PESERTA ANUGERAH KONSTITUSI TINGKAT NASIONAL JENJANG PENDIDIKAN DASAR
TINGKAT NASIONAL 2019
OLEH:
HARYANTO,
S.Pd.
SD
ISLAM BUNGA BANGSA SAMARINDA
JALAN
D.I. PANJAITAN NO. 51 KELURAHAN DESA MUGIREJO KECAMATAN SUNGAI PINANG SAMARINDA
KODE POS 75117
23
AGUSTUS 2019
HALAMAN
PENGESAHAN
SURAT
IJIN KEPALA SEKOLAH
SURAT
PERNYATAAN
DAFTAR ISI
HALAMAN
JUDUL …………………………………………………………………….. 1
HALAMAN
PENGESAHAN ………………………………………………………….., 2
HALAMAN
SURAT IJIN KEPALA SEKOLAH ……………………………………… 3
HALAMAN
SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI …………………………………... 4
DAFTAR
ISI ……………………………………………………………………………. 5
DAFTAR
TABEL ………………………………………………………………………. 6
DAFTAR
GAMBAR ……………………………………………………………………. 6
DAFTAR
LAMPIRAN ………………………………………………………………….. 6
KATA
PENGANTAR …………………………………………………………………… 7
BAB
I
PENDAHULUAN
A. LATAR
BELAKANG ………………………………………………………………. 8
B. RUANG
LINGKUNG ………………………………………………………………. 10
C. TUJUAN
……………………………………………………………………………. 10
D. MANFAAT
………………………………………………………………………….. 10
E. DEFINISI
JUDUL ………………………………………………………………….. 11
BAB
II
LANDASAN
TEORI
TEORI
BELAJAR ………………………………………………………………………. 13
BAB
III
KARYA
INOVASI
A.
IDE DASAR ……………………………………………………………………. 17
B.
RANCANGAN KARYA ……………………………………………………….. 18
C.
TEKNIK PERANG BINTANG ………………………………………………… 21
D.
ANALISIS HASIL TEKNIK PERANG BINTANG
…………………………… 23
BAB
IV
KESIMPULAN
DAN SARAN
A.
KESIMPULAN …………………………………………………………………. 27
B.
SARAN …………………………………………………………………………. 27
DAFTAR
PUSTAKA ………………………………………………………………….. 28
LAMPIRAN
…………………………………………………………………………….. 29
DAFTAR
TABEL
Tabel 1. Indikator apresiasi
dan depresiasi peserta didik yang berkaitan dengan stempel bintang
……………………………………………………………………………………. 18
Tabel 2. Jadwal pelajaran
Kelas 3 Imam Asy Syafii ………………………………… 20
Tabel 3. Tabel hasil “Perang
Bintang” Kelas 3 Imam Asy Syafii ………………….. 22
Tabel 4. Klasifikasi indikator
depresiasi karakter integritas siswa……………………
24
DAFTAR
GAMBAR
Gambar 1. Stempel gambar
bintang …………………………………………………. 17
Gambar 2. Peta konsep
“Perang Bintang” …………………………………………… 22
DAFTAR
LAMPIRAN
Lampiran 1. Pemenang “Perang
Bintang” bulanan …………………………………. 29
Lampiran 2. Testimoni orang
tua peserta didik …………………………………….. 30
Lampiran 3. Biodata peserta
……………………………………............................ 32
KATA
PENGANTAR
Konsep
stempel bintang pertama kali, penulis gunakan sebagai teknik untuk meningkatkan
karakter integritas di sekolah pada tahun 2015. Ide muncul saat menemani istri belanja di
supermarket ternama di kota Samarinda. Supermarket tersebut mengadakan program
mengumpulkan stemp belanja. Stemp dengan jumlah tertentu mendapat hadiah
menarik. Dari sinilah penulis mempunyai ide memberikan stempel bintang kepada
peserta didik.
Tahun
2015, penulis menggunakan teknik stempel bintang pertama kali. Teknik ini
penulis lakukan atas keprihatikan sikap kemandirian dan kepedulian peserta
didik yang sangat kurang. hal tersebut disebabkan karena kehidupan orangtua peserta
didik serba kecukupan seperti rumah yang
mewah, mainan serba digital, handphone
android pribadi, kebutuhan pribadi sudah tersedia, dan masih banyak lagi.
Sehingga kemandirian dan kepedulian peserta didik perlu ditumbuhkan dan
ditingkatkan.
Dari
hasil penelitian tindakan kelas, pemberian stempel bintang dapat meningkatkan
sikap kemandirian dan kepedulian peserta didik di sekolah. Hal tersebut
dibuktikan dengan tugas mereka selesai tepat waktu, kelas lebih rapi, membuang
sampah pada tempatnya, dan mampu merapikan buku serta alat tulis setelah
selesai belajar.
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG
Amanat
Pembukaan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, bahwa pemerintah
Negara Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia untuk memajukan
kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa. Genap 74 tahun Republik
Indonesia merdeka upaya cita-cita luhur
pahlawan proklamasi tersebut masih tertatih-tatih, masih perlu banyak belajar,
masih memerlukan pejuang pendidikan yang konsisten, tulus, ikhlas, tanpa pamrih
baik dari instansi pendidikan di lingkungan pemerintahan dan seluruh komponen
masyarakat.
Bunyi
Pasal 31 ayat 3 UUD 1945 mengatakan, Pemerintah mengusahakan dan
menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan
dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,
yang diatur dengan undang-undang. Pendidikan Indonesia bertujuan mengembangkan
potensi peserta didik yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, sehat,
berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan bertanggungjawab.
UU
RI Nomor 14 tahun 2005 Pasal 1 menetapkan, Guru adalah pendidik profesional
dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih,
menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur
pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
Peran
guru profesional dalam proses pembelajaran sangat penting sebagai kunci
keberhasilan belajar peserta didik. Guru profesional adalah guru yang kompeten
membangun proses pembelajaran yang baik, kreatif, dan menyenangkan. Guru
professional adalah guru yang selalu mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila
dan dapat memberikan dampak positif terhadap peserta didik terutama
meningkatnya kesadaran berkonstitusi sebagai warga sekolah dengan mengedepankan
nilai-nilai yang jujur, mandiri, sopan, dan santun. Sehingga dapat menghasilkan
kualitas peserta didik yang beriman dan bertakwa dan berkarakter prima.
Banyaknya penulisan para tokoh pendidikan
tentang teori, metode, model, gaya, teknik, dan cara untuk meningkatkan minat
belajar. Namun belum banyak para tokoh pendidikan yang menuliskan tentang
teori, metode, model, gaya, teknik, dan cara untuk meningkatkan karakter
integritas peserta didik. Hal tersebut disebabkan karena karakter atau
nilai-nilai perilaku siswa tidak dinilai dalam laporan hasil belajar atau
raport peserta didik.
Dalam
sejarah kurikulum di Indonesia telah mengalami sebelas kali dinamika perubahan.
Kurikulum terus menerus disempurnakan yaitu pada tahun 1947, 1952, 1964, 1968,
1975, 1984, 1994, 2004, 2006, 2013. Perubahan kurikulum tersebut didasarkan
pada hasil analisis, evaluasi, dan berbagai tantangan yang dihadapi kedepan dalam
menyongsong perkembangan pendidikan Indonesia emas 2045.
Kebijakan
perubahan Kurikulum 2013 merupakan sebuah wujud dari prinsip dasar kurikulum change and continuity yaitu perubahan yang dilakukan secara terus
menerus. Kurikulum 2013 sebagai kebijakan strategis dalam menyiapkan dan
menghadapi tantangan dan tuntutan masyarakat Indonesia masa depan. Kebijakan
kurikulum 2013 mampu memerankan the
adjusted or adaptive function yaitu kurikulum yang mampu mengarahkan
peserta didiknya mampu menyesuaikan dirinya dengan lingkungan fisik maupun
lingkungan sosial yang terus berubah.
Kurikulum
2013 mengintegrasikan tiga ranah kompetensi yaitu sikap, pengetahuan, dan
keteranpilan secara berimbang. Penekanan pembelajaran diarahkan pada penguasaan
pengetahuan dan keterampilan yang dapat mengembangkan sikap spiritual dan
sosial sesuai dengan karakteristik Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
diharapkan dapat menumbuhkan karakter integritas
yang sesuai dengan konstitusi dan
nilai-nilai Pancasila.
Ranah
sikap spiritual dan sikap sosial dalam kurikulum 2013 adalah jenis penilaian
autentik dibahas secara mendalam. Penilaian sikap menggunakan lembar observasi
langsung, dan lembar portofolio. Instrument tersebut untuk mempermudah guru
memberikan penilaian sikap terhadap terhadap peserta didik. Adapun contoh indikator
penilaian sikap spiritual sebagai berikut, : menjalankan perintah Tuhan Yang
Maha Esa, selalu bersyukur, beribadah dengan baik dan benar. Adapun indikator
penilaian sikap sosial sebagai berikut, : jujur, mandiri, percaya diri,
bertanggungjawab, adil, kerjasama, peduli, sopan, dan santun.
Berdasarkan
hasil observasi dan pengamatan langsung penulis sebagai guru kelas 3 SD Islam
Bunga Bangsa Samarinda, peserta didik kurang sikap sosialnya antara lain jujur,
mandiri, peduli, dan bertanggungjawab. Atas dasar hasil observasi dan
pengamatan tersebut penulis berupaya menciptakan teknik agar peserta didik dapat
meningkatkan sikap jujur, mandiri, peduli, dan tanggungjawab.
B.
RUANG
LINGKUP
Berdasarkan latar
belakang masalah diatas, penulis menekankan
pada upaya meningkatkan karakter integritas jujur, mandiri, peduli, dan
tanggungjawab peserta didik. Adapun ruang lingkup siswa kelas 3, berjumlah 26
siswa, tahun pembelajaran 2018-2019. Dengan judul, “ Perang Bintang Teknik
untuk Meningkatkan Karakter Integritas Siswa Kelas 3 SD Islam Bunga Bangsa
Samarinda.”
C.
TUJUAN
Tulisan karya ilmiah PTK ini bertujuan :
1. Meningkatkan
karakter integritas siswa kelas 3 SD Islam Bunga Bangsa Samarinda.
2. Upaya
mengamalkan berkonstitusi dikalangan siswa kelas 3 SD Islam Bunga Bangsa
Samarinda.
D.
MANFAAT
Manfaat meningkatnya karakter integritas
siswa kelas 3 dibagi menjadi :
1. Manfaat
bagi peserta didik
Dengan meningkatnya karakter
integritas seperti sikap jujur, mandiri, peduli, sopan dan santun peserta
didik, budaya belajar dan budaya sosial dilingkungan sekolah menjadi terwujud
dengan baik, tertib, aman, damai, nyaman, berkarakter, serta tanpa
diskriminatif.
2. Manfaat
bagi guru
Dengan meningkatnya karakter
integritas seperti sikap jujur, mandiri, peduli, sopan dan santun peserta
didik, budaya belajar dan budaya sosial dilingkungan sekolah, kegiatan belajar
mengajar dikelas menjadi kondusif.
3. Manfaat
bagi sekolah
Dengan meningkatnya karakter
integritas seperti sikap jujur, mandiri, peduli, sopan dan santun, menjadi budaya
dan karakter siswa SD Islam Bunga Bangsa.Samarinda.
E.
DEFINISI
JUDUL
Judul
karya ilmiah PTK ini adalah “ Perang Bintang Teknik untuk Meningkatkan Karakter
Integritas Siswa Kelas 3 SD Islam Bunga Bangsa Samarinda.” Kata atau kalimat
dalam judul tersebut di definisikan sebagai berikut:
1. Perang
Bintang
Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia, “Perang Bintang memiliki 2 arti.
Pertama “Perang Bintang”
artinya perang yang menggunakan sinar laser, berkas partikel, dan kilatan
listrik berenergi tinggi.
Kedua “Perang Bintang”
artinya pertandingan yang melibatkan pemain bintang dari setiap klub peserta
kompetisi.
Ketiga maksud “Perang
Bintang” dalam judul karya ilmiah PTK ini adalah mengumpulkan poin bintang
sebanyak-banyaknya setiap hari. Peserta didik yang mengumpulkan bintang paling
banyak ditetapkan sebagai pemenang.
2. Teknik
Menurut Kamus Besar Bahasa
Iindonesia, teknik artinya metode atau sistem mengerjakan sesuatu.
3. Meningkatkan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia , Meningkatkan
dari kata kerja yang artinya tindakan, keberadaanm, pengalaman.
4. Karakter
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,
karakter bearti sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan
seseorang dengan yang lain, tabiat, dan watak.
5. Integritas
Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia, integritas artinya mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan
kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan
kewibawaan contohnya kejujuran.
6. Siswa
kelas 3 SD Islam Bunga Bangsa Samarinda
Karya ilmiah PTK ini,
dilakukan di kelas 3 Imam Asy-Syafi i. Dilakukan pada Tahun Pembelajaran
2018-2019 di SD Islam Bunga Bangsa Jalan D.I. Panjaitan No. 51 Kelurahan
Mugirejo Kecamatan Sungai Pinang Samarinda Kalimantan Timur Telp. (0541) 280734
Kode Pos 75117
Jadi judul karya tulis PTK ini “Perang Bintang Teknik
untuk Meningkatkan Karakter Integritas Siswa Kelas 3 SD Islam Bunga Bangsa
Samarinda”, dapat didefinisikan sebagai berikut:
Peserta didik mengumpulkan stempel
bintang sebanyak-banyaknya setiap hari yang berkaitan dengan nilai-nilai
Pancasila sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa dan karakter integritas seperti:
jujur, mandiri, disiplin, peduli, sopan, santun, dan tanggungjawab. stempel
bintang terbanyak akan ditentukan sebagai pemenang dan mendapat hadiah. Dengan
metode “Perang Bintang” ini diharapkan dapat
meningkatkan akhlak dan budi pekerti peserta didik kelas 3 SD Islam Bunga
Bangsa Samarinda.
BAB II
LANDASAN TEORI
TEORI BELAJAR
Guru
profesional harus dapat menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip belajar
yang efektif, kreatif, inovatif, dan menyenangkan. Memahami teori belajar, guru
akan mengetahui apa yang harus dilakukan sehingga siswa dapat belajar dengan optimal. Beberapa
teori belajar yang penulis lakukan dikelas sebagai berikut:
1. Teori
Belajar Behaviorisme
1.1.
Penulis sebagai guru konsentrasi kepada
tingkah laku yang diamati. Untuk menguasai materi tertentu siswa diberi
stimulus. Contoh untuk dapat menguasai materi tematik kelas III Bahasa
Indonesia KD 3.3 Menggali Informasi tentang perubahan cuaca dan pengaruhnya
terhadap manusia yang disajikan dalam bentuk lisan, tulis, visual dan/atau
eksplorasi lingkungan. Guru memberikan soal, siswa menjawab, bila benar diberi
hadiah berupa nilai dan reward
bintang 3. Diharapkan siswa dengan hadiah tersebut siswa semakin semangat
belajar, dengan harapan belajar dapat menjadi kebiasaan. Jika belajar menjadi
kebiasaan, walaupun pada akhirnya tidak diberi hadiah lagi, siswa tetap
semangat belajar. Teori tersebut adalah teori belajar pengkondisian oleh
Pavlov.
1.2.
Penulis sebagai guru adalah stimulus (S),
siswa adalah respon (R). di sekolah guru memberikan soal (S), siswa menjawab
(R). guru memberikan kuis berbasis google form (S), siswa mengerjakan kuis
berbasis google form (R). Guru memberikan latihan-latihan soal secara
berulang-ulang di sekolah, di rumah, di mal, di tempat wisata, kapan saja,
dimana saja. Karena kuis berbasis google form diberikan melalui smartphone
orangtua siswa. Jika menjawab kuis benar semua siswa mendapat reward 3 bintang. Reward bintang diberikan agar siswa termotivasi belajar. Dengan
harapan siswa paham dengan baik materi yang disampaikan oleh guru. Dengan cara
tersebut lama kelamaan siswa mampu menguasai materi. Teori tersebut adalah
teori koneksionisme oleh Thorndike.
1.3.
Penulis sebagai guru berusaha memodifikasi
perilaku penguatan yaitu memberikan penghargaan bintang pada perilaku yang
diinginkan dengan pendekatan model instruksi langsung contohnya siswa
mengerjakan dengan teliti, siswa
mengerjakan sesuai waktu yang diberikan, siswa mengerjakan dengan serius mendapat reward
bintang. Jika tidak sesuai dengan pendekatan model instruksi langsung siswa
tersebut tidak mendapat reward
bintang. Teori tersebut adalah teori pengkondisian operan oleh Skinner.
1.4.
Pada prinsipnya penulis sebagai guru menurut
teori belajar behavioral, sebagai berikut:
a. Membuat
kelas dapat dinikmati secara intelektual, sosial, dan pisik, sehingga siswa
merasa aman dan nyaman.
b. Terbuka
mengenai materi yang diberikan dengan merencanakan tujuan secara spesifik kepada
siswa.
c. Materi
baru diajarkan secara perlahan dan berulang-ulang dari materi yang sederhana
sampai bersifat kompleks.
d. Memuji
kemajuan siswa dengan harapan siswa dapat termotivasi.
e. Memberikan
penghargaan poin bintang yang menimbulkan perasaan siswa dihargai.
2. Teori
Belajar Kognitivisme
2.1.
Penulis sebagai guru kelas III merencanakan
dan melaksanakan proses pembelajaran pada periode operasional konkret yaitu
pola berpikir logika didasarkan atas manipulasi fisik dari objek benda. Contoh
matematika KD 4.4 menyajikan pecahan sebagai bagian dari keseluruhan
menggunakan benda-benda konkret. Maka guru menyajikan benda-benda konkret
seperti kue, buah, kertas, dan lain-lain untuk pembelajaran pengalaman
empirik-konkret. Teori tersebut adalah teori perkembangan kognitif Piaget.
2.2.
Penulis sebagai guru kelas III merencanakan
dan melaksanakan pembelajaran memanipulasi objek-objek benda secara langsung.
Contoh matematika KD 4.5 menyelesaikan masalah yang berkaitan lama waktu kejadian berlangsung. Guru membawa
benda konkret berupa jam. Kemudian guru menunjukkan cara menghitung waktu 1 jam
= 60 menit menggunakan jam. Kemudian guru menyajikan kembali jam di papan tulis
berupa gambar jam, agar siswa mendapat gambaran dari objek. Teori tersebut
adalah teori Bruner
2.3.
Pada prinsipnya penulis sebagai guru menurut
teori belajar kognitivisme, sebagai berikut:
a. Guru
memahami tahap perkembangan kognitif kelas III SD.
b. Menjaga
siswa tetap aktif belajar.
c. Merangsang
berpikir kritis.
d. Mengulang
materi baru berkali-kali.
e. Pembelajaran
yang bervariasi.
3. Teori
Belajar Konstruktivisme
3.1.
Penulis sebagai guru menerapkan pembelajaran
berbasisi kontruktivisme. Guru memulai dari hal yang sudah diketahui siswa.
Selanjutnya perlu diupayakan terjadinya situasi konflik pada struktur kognitif
siswa. Contoh matematika KD 4.5 menyelesaikan masalah yang berkaitan lama waktu kejadian berlangsung.
1 jam = 60 menit
2 jam = 120 menit
½ jam = 30 menit
1 ½ jam = 90 menit
3.2.
Prinsip-prinsip teori konstruktivisme
struktur konsep dapat membentuk pengetahuan, bila konsep baru yang diterima
dikaitkan dengan pengalaman yang dimiliki siswa.
4. Teori
Belajar Humanisme
4.1.
Penulis sebagai guru harus memperhatikan
minat dan kebutuhan siswa dan menciptakan lingkungan kelas yang sehat secara
social dan emosional dengan adanya rasa saling menghargai. Guru harus memahami
perilaku siswa dengan memahami dunia persepsi siswa. Teori tersebut adalah
teori Arthur Combs.
4.2.
Penulis sebagai guru selalu merespon perasaan
siswa, menghargai siswa, berdialog dengan siswa. Berdiskusi dengan siswa.
Inilah ciri-ciri guru fasilitatif. Dari penelitian diketahui guru yang
fasilitatif adalah mengurangi perusakan pada peralatan sekolah, mengurangi
tingkat problem yang berkaitan dengan disiplin, keributan, dan perkelahian
antar siswa. Teori tersebut adalah teori Carl Rogers.
4.3.
Prinsip-prinsip pembelajaran humanism adalah
sebagai berikut:
a. Fokus
memahami perasaan, sikap, dan nilai-nilai siswa
b. Memenuhi
kebutuhan dasar terutama aspek afektif seperti emosi, perasaan, sikap, dan
nilai nilai moral.
c. Menumbuhkan
sikap harga diri dan keyakinan.
Dari
empat teori belajar tersebut penulis sebagai guru professional akan memahami proses
belajar peserta didik. Guru akan mengetahui apa yang akan dilakukan sehingga
siswa dapat belajar dengan optimal. Diharapkan guru tidak terpaku terhadap satu
atau dua teori belajar tertentu saja. Melainkan menyesuaikan dengan kondisi
faktual, keberagaman, karakter, dan sasaran serta tujuan belajar. Diharapkan
dari teori belajar tersebut dapat terwujudnya pendidikan nasional yang mampu
membentuk karakter integritas dan konstitusi serta peradaban bangsa yang
bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, serta bertujuan untuk
mengembangkan potensi peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa,
berakhlak, berbudi pekerti, mandiri, peduli, jujur, dan bertanggungjawab.
BAB III
KARYA INOVASI
A.
IDE
DASAR
Bintang memiliki 9 arti dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Arti bintang
yang sesuai dengan karya ilmiah PTK ini adalah tanda jasa, orang yang terbaik
dalam suatu lingkungan. Bintang dilambangkan sebuah prestasi peserta didik
setelah melakukan sesuatu yang baik, bermanfaat untuk dirinya atau untuk orang
lain. Atas ide dasar tersebut penulis memanfaatkan media stempel bintang untuk
meningkatkan karakter integritas siswa kelas 3 SD Islam Bunga Bangsa Samarinda
Tahun Pembelajaran 2018-2019.
Gambar 1.
Stempel gambar bintang
B.
RANCANGAN
KARYA
Inovasi karya ilmiah PTK ini menggunakan media stempel bintang
sebagai teknik perang bintang untuk meningkatkan karakter integritas siswa
kelas 3 SD Islam Bunga Bangsa Samarinda. Sikap yang dinilai adalah yang berkaitan dengan
nilai-nilai Pancasila yaitu sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa dan karakter
integritas seperti jujur, mandiri, peduli, sopan, santun, dan bertanggungjawab
sebagai wujud kesadaran berkonstitusi di lingkungan sekolah.
Hari pertama tahun pembelajaran baru 2018-2019 dimulai.
SD Islam Bunga Bangsa menjadi ramai dengan peserta didik
500 orang. Kelas 3 Imam Asy Syafii berjumlah
26 siswa dengan wali kelas Bapak Haryanto, S.Pd. Penulis sebagai wali kelas
menjelaskan tata tertib yang harus dipatuhi dan dilaksanakan oleh peserta
didik. Peserta didik diwajibkan membawa buku tulis khusus untuk buku bintang.
Buku bintang wajib dibawa setiap hari karena semua aktifitas peserta didik yang
berkaitan dengan nilai-nilai Pancasila dan karakter integritas seperti solat
lima waktu ditambah solat dhuha setiap pagi, jujur, mandiri, peduli, sopan,
santun, dan tanggungjawab akan diapresiasi dengan cara mendapatkan tanda
bintang. Indikator yang diapresiasi dan depresiasi yang berkaitan dengan
nilai-nilai Pancasila dan karakter integritas kelas 3 SD Islam Bunga Bangsa
Samarinda, sebagai berikut:
|
No |
Indikator |
Keterangan |
|||
|
Apresiasi |
Bintang |
Depresiasi |
Bintang |
||
|
1 |
Sholat subuh |
1 |
|
|
Jawaban siswa sendiri |
|
2 |
Sholat dhuhur |
1 |
|
|
Pengamatan langsung wali kelas |
|
3 |
Sholat ashar |
1 |
|
|
Pengamatan langsung wali kelas |
|
4 |
Sholat magrib |
1 |
|
|
Jawaban siswa sendiri |
|
5 |
Sholat isya |
1 |
|
|
Jawaban siswa sendiri |
|
6 |
Sholat dhuha |
1 |
|
|
Pengamatan langsung wali kelas |
|
7 |
|
|
Solat ngobrol, bermain, dll |
10 |
Pengamatan langsung wali kelas |
|
8 |
Piket kelas |
1 |
Tidak piket kelas |
10 |
Pengamatan langsung wali kelas |
|
9 |
|
|
Mengolok teman |
10 |
Laporan teman dan guru |
|
10 |
|
|
Memukul teman |
50 |
Laporan teman dan guru |
|
11 |
|
|
Menghina |
10 |
Laporan teman dan guru |
|
12 |
|
|
Berkata tidak baik |
10 |
Laporan teman dan guru |
|
13 |
|
|
Melukai teman |
50 |
Laporan teman dan guru |
|
14 |
|
|
Menendang teman |
50 |
Laporan teman dan guru |
|
15 |
|
|
Tidak sopan kepada guru |
10 |
Laporan teman dan guru |
|
16 |
|
|
Membuang sampai sembarangan |
10 |
Laporan teman dan guru |
|
17 |
Menolong dan berbagi |
1 |
|
|
Laporan teman dan guru |
|
18 |
|
|
Mengambil barang bukan miliknya |
10 |
Laporan teman dan guru |
|
19 |
|
|
Terlambat |
10 |
Laporan teman dan guru |
|
20 |
Merapikan buku, alat tulis setelah belajar |
1 |
Tidak merapikan buku, alat tulis
setelah belajar |
10 |
Pengamatan langsung wali kelas |
|
21 |
laci meja bersih |
1 |
Menyimpan sampah di laci meja |
10 |
Operasi langsung wali kelas |
|
22 |
Rapi berpakaian |
1 |
Tidak rapi berpakaian |
10 |
Pengamatan langsung wali kelas |
|
23 |
|
|
Mencoret dinding sekolah |
10 |
Laporan teman dan guru Catatan siswa wajib membersihkan
kembali |
|
24 |
Mengerjakan tugas tepat waktu |
1 |
|
|
Pengamatan langsung wali kelas |
Tabel
1
Indikator
apresiasi dan depresiasi peserta didik yang berkaitan dengan stempel bintang
Indikator
apresiasi dan depresiasi peserta didik yang berkaiatan stempel bintang diatas
adalah contoh kegiatan, perilaku, dan kebiasaan yang dilakukan setiap hari di sekolah.
Indikator tersebut bisa bertambah seiring dengan kegiatan, perilaku, dan
kebiasan baru.
SD Islam Bunga Bangsa adalah full day
school. Full day school adalah sekolah yang memberlakukan jam belajar dari jam
07.00 – 16.00. full day school adalah program sekolah dimana proses
pembelajaran dilaksanakan sehari penuh di sekolah. Dengan kebijaksanaan seperti
ini, waktu dan kesibukkan anak lebih banyak dihabiskan di lingkungan sekolah.
Full day school adalah model sekolah
umum yang memadukan sistem pengajaran agama secara intensif yaitu dengan
memberi tambahan waktu khusus untuk pendalaman agama siswa. Materi tambahan
waktu tersebut antara lain: sholat dhuha, sholat dhuhur, sholat ashar, membaca
Al Qur’an metode Ummi. Ada juga materi tambahan yang lain seperti: kurikulum
cambrigde, bahasa arab, komputer, dan ekstrakulikuler. Program full day school
SD Islam Bunga Bangsa adalah mengembangkan karakter, akhlak, dan budi pekerti
dan akademik. Sesuai dengan mottonya, “Berakhlak dan cerdas”.
Tabel
2
Jadwal
Pelajaran Kelas 3 Imam Asy Syafii
C.
TEKNIK PERANG BINTANG
Hari
pertama tahun pembelajaran baru, penulis sebagai wali kelas menjelaskan tentang
“Perang Bintang” kepada peserta didik. Indikator apa saja yang dijadikan apresiasi dan depresiasi. Peserta
didik dharapkan memahami tata tertib dalam “Perang Bintang”. Hari kedua “Perang
Bintang” mulai dimainkan di sekolah dan peserta didik sudah menyiapkan satu
buku tulis untuk stempel bintang. Jika dilihat dari tabel 1 tentang indikator
apresiasi untuk mendapatkan bintang, sehari peserta didik mendapatkan 12
bintang. Hari efektif belajar minimal 20 hari (full day school efektif belajar
5 hari). Sebulan peserta didik mendapatkan 12 x 20 = 240 bintang.
Bintang perhari x Hari
efektif belajar = jumlah bintang sebulan
12 x 20 = 240
Setiap hari peserta didik melakukan aktifitas berkaitan
dengan nilai-nilai Pancasila dan karakter integritas yang telah ditentukan oleh
wali kelas untuk mendapatkan stempel bintang. Usaha tersebut diapresiasi setiap
tanggal 30 setiap bulan untuk dihitung oleh peserta didik sendiri kemudian
dikoreksi oleh teman disebelahnya. Jumlah bintang peserta didik yang telah dihitung dan
dikoreksi dimasukkan tabel oleh wali kelas. Setelah tabel dinyatakan lengkap
dan sah oleh wali kelas maka disinilah terjadi “Perang Bintang”. Jumlah bintang
yang terbanyak mendapatkan hadiah voucher belanja gratis di kantin sekolah
untuk tiga peserta didik setiap bulannya. Berikut peta konsep “Perang Bintang”.
Gambar 2
Peta
Konsep Perang Bintang
Berikut tabel “Perang Bintang” kelas
3 Imam Asy Syafii SD Islam Bunga Bangsa Samarinda Tahun Pembelajaran 2018-2019.
Tabel
3
Tabel
Hasil “Perang Bintang” Kelas 3 Imam Asy Syafii Tapem. 2018-2019
D.
ANALISIS
HASIL TEKNIK “PERANG BINTANG”
Pengumpulan
data “Perang Bintang Teknik untuk Meningkatkan Karakter Integritas Siswa Kelas
3 SD Islam Bunga Bangsa Samarinda” diambil pada semester 1 tahun pembelajaran
2018-2019. Pengumpulan data dikumpulkan pada Jurnal Harian selama satu
semester. Data yang terkumpul kemudian diklasifikasikan berdasarkan indikator
depresiasi karakter integritas sebagai berikut, yaitu:
|
No |
Indikator
depresiasi nilai-nilai Pancasila dan karakter integritas |
||||||
|
Ibadah |
Disiplin |
Mandiri |
Jujur |
Sopan
santun |
Peduli |
Tanggung jawab |
|
|
|
1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
6 |
7 |
|
1 |
Sholat ngobrol/main. |
Terlambat |
Tugas tidk selesai |
Mengambil barang tanpa ijin. |
Mengolok, menghina teman |
Memukul, melukai menendang, berkelahi. |
Tidak piket kelas |
|
2 |
Berdoa ngobrol/main. |
Tidak rapi berpakaian. |
Lupa merapikan buku, meja, dan kursi
setelah belajar. |
Menyontek ketika ulsngan dan ujian naik
kelas. |
Berkata jelek, kasar, dan tidak baik. |
Membuang sampah sembarangan. |
Tidak belajar |
|
3 |
|
|
Sampah bungkus makanan/minuman tidak/lupa
dibuang pada tempatnya. |
|
Tidak sopan kepada teman dan guru. |
Mencoret dinding sekolah. |
|
Tabel
4
Klasifikasi
indikator depresiasi karakter integritas siswa
Data yang ada dalam jurnal harian,
diklasifikasikan berdasarkan karakter integritas perbulan yaitu Agustus,
September, Oktober, dan Nopember 2018.
Berikut Tabel klasifikasi karakter
integritas kelas 3 SD Islam Bunga Bangsa Samarinda, sebagai berikut:
1. Karakter
Integritas beribadah
|
Karakter
integritas |
Bulan |
|||
|
Agustus |
September |
Oktober |
Nopember |
|
|
Beribadah
(depresiasi) |
36
x |
33
x |
24
x |
11
x |
Berbadah di SD Islam
Bunga Bangsa Samarinda yaitu sholat dhuha, dhuhur, dan ashar. Peserta didik
ketika sholat dhuha dan sholat dhuhur berdasarkan pengamatan wali kelas
termasuk baik. Namun akan sering terjadi depresiasi pada sholat Ashar. Hal ini
bisa dipahami karena peserta didik sudah lelah karena aktifitas belajar
seharian yang padat.
2. Karakter
Integritas Disiplin
|
Karakter
integritas |
Bulan |
|||
|
Agustus |
September |
Oktober |
Nopember |
|
|
Disiplin
(depresiasi) |
15
x |
12
x |
9
x |
6
x |
Depresiasi indikator karakter
integritas disiplin dalam karya ilmiah ini adalah keterlambatan dan disiplin
berpakaian. Keterlambatan sering terjadi pada peserta didik yang sama hal
tersebut dikarenakan orang tuanya mengantar (berdasarkan data wawancara langsung
wali kelas). Dari data yang terkumpul menunjukkan perubahan dari 15 kali
keterlambatan pada bulan Agustus menjadi 6 kali kasus pada bulan Nopember.
3. Karakter
Integritas Mandiri
|
Karakter
integritas |
Bulan |
|||
|
Agustus |
September |
Oktober |
Nopember |
|
|
Mandiri
(depresiasi) |
32
x |
29
x |
21
x |
7
x |
Depresiasi indikator mandiri sering
terjadi pada lupa merapikan buku, alat tulis, dan lupa membuang sampah pada
tempatnya. Berdasarkan data yang terkumpul menunjukkan perubahan perilaku bulan Agustus dan bulan Nopember.
4. Karakter
Integritas Jujur
|
Karakter
integritas |
Bulan |
|||
|
Agustus |
September |
Oktober |
Nopember |
|
|
Jujur
(depresiasi) |
2
x |
0 |
0 |
0 |
Karakter integritas kejujuran peserta
didik sudah mengamalkan dengan baik.
5. Karakter
Integritas Sopan santun
|
Karakter
integritas |
Bulan |
|||
|
Agustus |
September |
Oktober |
Nopember |
|
|
Sopan
santun (depresiasi) |
8
x |
5
x |
2
x |
2
x |
Depresiasi integritas sopan santun sering
terjadi pada laporan peserta didik mengucapkan kata-kata kasar atau tidak sopan
kepada temannya. Hal tersebut dilakukan oleh peserta didik yang sama.
6. Karakter
Integritas Peduli
|
Karakter
integritas |
Bulan |
|||
|
Agustus |
September |
Oktober |
Nopember |
|
|
Peduli
(depresiasi) |
5
x |
4
x |
2
x |
0 |
Karakter integritas peduli pada indikator
membuang sampah sebarangan. Data berrdasarkan laporan dan pengamatan wali kelas
termasuk sangat baik. Dibuktikan pada bulan Nopember 0 kasus atau laporan.
7. Karakter
Integritas Tanggung jawab
|
Karakter
integritas |
Bulan |
|||
|
Agustus |
September |
Oktober |
Nopember |
|
|
Tanggung
jawab (depresiasi) |
4
x |
0 |
1
x |
0 |
Berdasarkan data tanggung jawab dalam hal
ini piket kelas tergolong sangat baik dan aman dikarena pada saat piket wali
kelas berada di kelas,
Dari
hasil data tabel “Perang Bintang”, pengamatan, dan keterlibatan langsung dengan
peserta didik ini dapat dianalisi sebagai berikut:
1. Peserta
didik termotivasi untuk melaksanakan nilai-nilai Pancasila, sila pertama
Ketuhanan Yang Maha Esa yaitu sholat lima waktu dan sholat sunnah dhuha.
2. Peserta
didik termotivasi menumbuhkan karakter integritas antara lain sikap jujur,
mandiri, peduli, sopan, santun, dan tanggungjawab.
3. Dengan
teknik “Perang Bintang”, meminimalisir terjadi perkelahian, keributan,
emosional, dan egoisme peserta didik.
4. Dengan
teknik “Perang Bintang”, membentuk budaya karakter integritas dilingkungan
sekolah dan di masyarakat.
5. Kegiatan
belajar mengajar dikelas menjadi lebih kondusif karena meningkatnya sikap
peduli, sopan, santun, dan bertanggungjawab antar peserta didik dan guru.
BAB
IV
KESIMPULAN
DAN SARAN
A.
KESIMPULAN
Guru profesional adalah guru yang kompeten membangun
proses pembelajaran yang baik, kreatif, dan menyenangkan. Guru professional
adalah guru yang selalu mengimplementasikan pengamalan nilai-nilai Pancasila
dan dapat memberikan dampak positif terutama meningkatkan karakter integritas seperti
sikap jujur, mandiri, peduli, sopan, santun,
dan tanggungjawab sebagai bentuk kesadaran berkonstitusi sebagai warga sekolah dan
masyarakat sehingga dapat menghasilkan kualitas peserta didik yang berakhlak
dan cerdas.
B.
SARAN
Saran
bagi guru, peserta didik memerlukan sistem yang jelas untuk penanaman
pengamalan nilai-nilai Pancasila dan karakter integritas di sekolah. “Perang
Bintang” adalah salah satu teknik meningkatkan nilai-nilai Pancasila dan
karakter integritas di sekolah untuk mewujudkan literasi budaya dan
kewarganegaraan di era teknologi informasi dan globalisasi.
DAFTAR PUSTAKA
Budi Usodo dan Nina Soesanti, (2018).
Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Modul B, Teori Belajar dan Prinsip
Pembelajaran. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Guru
dan Tenaga Kependidikan.
https://www.referensimakalah.com/2013/01/pengertian-full-day-school.html
Fullday school, Richard I.
Arends, Learning To Teacch, (Yogyakarta, Pustaka Pelajar, 2008).
Sardiman, Interaksi Dan Motivasi Belajar Mengajar. (Jakarta,PT
Rajagrafi ndo Persada, 2010). John M. Echols dan Hasan Shadily, Kamus
Inggris Indonesia, (Jakarta PT Gramedia 2003).
https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/perang%20bintang 2016 Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan Republik Indonesia
http://staffnew.uny.ac.id/upload/130683974/penelitian/STRATEGI%20KEPEMIMPINAN%20PEMBELAJARAN%20MENYONGSONG%20IMPLEMENTASI%20KURIKULUM%202013.pdf STRATEGI KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN
MENYONGSONG IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 Husaini Usman dan Nuryadin Eko Raharjo
FT Universitas Negeri Yogyakarta
https://s3.amazonaws.com/academia.edu.documents/38134922/4_Kebijakan_Perubahan_Kurikulum_2013_dalam_Menyongsong_Indonesia_Emas_20145.pdf?response-content-disposition=inline%3B%20filename%3DKebijakan_Perubahan_Kurikulum_2013_dalam.pdf&X-Amz-Algorithm=AWS4-HMAC-SHA256&X-Amz-Credential=AKIAIWOWYYGZ2Y53UL3A%2F20190825%2Fus-east-1%2Fs3%2Faws4_request&X-Amz-Date=20190825T023939Z&X-Amz-Expires=3600&X-Amz-SignedHeaders=host&X-Amz-Signature=2d946398ce8d805c01cfe5081c8bd1be2858bbcf93f7c540389f89081bc3457d Imam Machali Fakultas Ilmu Tarbiyah
dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
LAMPIRAN
LAMPIRAN
1
Pemenang
“Perang Bintang” bulanan
Testimoni
Orang Tua Peserta Didik
Berikut testimoni orang tua peserta
didik kelas tiga Imam Asy Syafii SD Islam Bunga Bangsa Samarinda Tahun
Pembelajaran 2018-2019. Testimoni tersebut bertujuan ingin mengetahui timbal
balik teknik “Perang Bintang” kepada orang tua dengan menggunakan survey google form yang dikirimkan
melalui aplikasi whatsapp .
LAMPIRAN 2
Testimoni orang tua kelas tiga Imam Asy
Syafii
BIODATA
PESERTA
SELEKSI
NASKAH PESERTA ANUGERAH KONSTITUSI TINGKAT NASIONAL JENJANG PENDIDIKAN DASAR
TINGKAT NASIONAL 2019
1.
Nama Lengkap dengan gelar : HARYANTO, S.Pd
2.
Tempat, tanggal lahir : Palembang, 9 Maret 1975
3.
Jenis Kelamin :
Laki-laki
4.
NIK :
004.10.1.002
5.
NUPTK :
7641753655200022
6.
NRG :
130271245110
7.
Pangkat/Golongan : Non PNS
8.
Jabatan :
Guru Kelas
9.
Nama Instansi :
SD Islam Bunga Bangsa
a. Jalan :
D.I. Panjaitan No. 51
b. Kelurahan : Mugirejo
c. Kecamatan : Sungai
Pinang
d. Kabupaten/Kota : Samarinda
e. Propinsi :
Kalimantan Timur
f. Telp :
(0541) 280374
10.
Alamat rumah
a. Jalan :
AMD. Purworejo
b. Kelurahan : Lempake
c. Kecamatan : Samarinda
Utara
d. Kabupaten/Kota : Samarinda
e. Propinsi :
Kalimantan Timur
f. Hp :
085348104298
11.
Pendidikan Terakhir : S1
a.
Fakultas : Pendidikan Bahasa dan
Seni
b.
Lulus : 2002
12.
NPWP :
78.788.530.0-722.000
13.
Alamat email :
haryanto9375@gmail.com
14.
Telp Hp/Whatsapp : 08125533939/ 085348104298














Komentar
Posting Komentar